Alif Laam Miim. Telah dikalahkan bangsa Rumawi di negeri yang terdekat[1] dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang.[2] dalam beberapa tahun lagi[3]. Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang). Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. Dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang. (Qs. ( Qs. Ar Rum 1-5 )
Potongan awal ayat ini termasuk mukzizat Rasulullah saw. yang bernama nubuwat atau kebenaran Rasulullah dalam memprediksikan sesuatu yang belum terjadi. Beberapa tahun sebelum ayat ini turun, pasukan Romawi yang beragam Nashrani, memang menang melawan Persia yang ketika itu melawan Persia yang ketika itu beragama Majusi. Agama Nashrani dahulu sebagai bagian dari risalah Allah swt mempunyai pertalian dengan Islam yang juga datang dari langit. Sedangkan Majusi, adalah paganisme yang ketika itu didukung oleh orang-orang Musyrik. Karena itulah, disebut kaum beriman bergembira dengan kemenangan bangsa Romawi.
Surat Ar Rum merupaka kelompok surat Makkiyah, dan diturunkan di saat hari-hari yang sangat sulit di Makkah sebelum Hijrah. Surat Ar Rum turun saat kaum Muslimin mengalami penderitaan tak terkalahkan akibat pemboikotan sehingga mereka seperti di sebuah penjara yang Luas di Syi’ib Abu Thalib. Pada saat itu kaum muslimin mengalami kesempitan, dan tekanan mendera begitu menyiksa. Mereka terkurung, dalam kelaparan,kehausan dan keletihan. Dalam Riwayat di sebutkan sejumlah orang ketika itu hampir tak mampu lagi membuka kelopak matanya karena kelemahan fisik yang mereka alami akibat lapar dan haus. Dalam suasana seperti itulah Allah swt menurunkan Surat Ar Ruum
Di saat kondisi Kaum Muslimin sedang terpuruk dan fikiran serta perasaan tertekan, bahkan tidak merasa aman untuk hanya sekedar membuang hajat karena takut pembunuhan yang bisa menimpa mereka. Allah swt menurunkan Surat Ar Ruum yang mengilustrasikan soal kekalahan pasukan Romawi. Apa Artinya?
Pada saat itu Romawi adalah kerajaan besar yang menjadi Imperium dunia. Siapakah yagn memikirkan tentang sebuah kekuatan besar dalam kondisi yang diliputi serba kelemahan?
Firman-firman Allah swt adalah ‘makanan’ yang memberikan kekuatan dalam jiwa kaum Muslimin tentang bagaimana merancang sebuah harapan dan mimpi esok yang bisa saja menurut pandangan umum sangat jauh dari kenyataan ini.
Sekarang, tanamkan dalam hati ini bahwa kemenangan itu pasti datang… ( Tarbawi, 19 Juni 2008 )
DIarsipkan di bawah: Suara Alam | Leave a Comment »


Betapa sedihnya ketika kita melihat kenyataan bahwa hanya mampu berharap kepada negara-negara berpenduduk Muslim agar segera memberikan bantuan tidak hanya berupa dana tapi juga “kekuatan diplomasi” sehingga hak-hak palestina kembali seperti semula. Mungkinkah Negara Israel mampu dikalahkan oleh dua orang yang berkeyakinan teguh kepada Allah? sebagaimana doa di atas. Allahummansurna..!